Madu Sebagai Penyembuh untuk Bermacam Penyakit

Madu Sebagai Penyembuh untuk Bermacam PenyakitMengobati bermacam jenis penyakit dengan bahan-bahan rumah tangga sudah dilakukan secara turun temurun. Praktik ini ada bukan karena sugesti saja, namun beberapa pengobatan memang terbukti efektif. Berikut kata Dr Philip Hagen, spesialis pengobatan dan pencegahan di Mayo Clinic

Jika mengalami pilek, sakit perut, atau ruam gatal, ada baiknya segera membuka rak dapur. Beberapa pengobatan rumah yang masih dipertahankan dari generasi ke genarasi merupakan pertanda pengobatan tersebut cukup ampuh digunakan

Nah pertanyaannya adalah, bahan dapur apa yang dapat membantu meringankan penyakit tersebut? jawabannya adalah madu.

Madu digunakan untuk mengobati luka ringan, luka bakar dan batuk atau sakit tenggorokan. Penelitian menemukan bahwa madu membantu menyembuhkan luka bakar ringan hingga sedang. Sebuah penelitian di Belanda baru-baru ini menemukan kandungan protein dari madu yang disebut defensin-1 yang memiliki sifat antibakteri.

Cara mengunakannya, Oleskan madu pada luka sayatan kecil atau luka bakar ringan, kemudian pasang pembalut kasa di atasnya. Gantilah pembalut kasa setiap hari.

Madu Antibiotik yang Kuat & Mampu Melawan Bakteri Super

Madu Antibiotik yang Kuat & Mampu Melawan Bakteri SuperPenggunaan antibiotik sekarang ini mengkhawatirkan. Sebagian dokter menganggap obat ini cukup mujarab untuk melawan kuman yang masuk ke tubuh. Efek antibiotik ibarat bom. Dia menyapu semua bakteri dan menekannya hingga mati. Sayangnya, antibiotik yang hanya efektif melawan bakteri ini sering diresepkan untuk penyakit yang disebabkan oleh virus. Virus justru tidak mempan dibasmi antibiotik.

Bakteri yang terkena antibiotik dan belum mati dan akan terus menguatkan diri sehingga lebih tahan terhadap serangan antibiotik yang sama. Jika sudah begini, pasien perlu antibiotik yang lebih kuat lagi. Dan, saat bakteri mampu resistan dengan produk antibiotik yang dianggap paling kuat, keadaannya menjadi bakteri super. Dia menjadi raja penyakit atas diri seorang pasien. Obat-obatan tidak ampuh lagi melawan bakteri itu.

Adakah antibiotik yang kuat dan mampu melawan bakteri super? Jawabannya adalah madu. Cairan yang dihasilkan lebah ini ternyata punya senyawa yang mampu melawan bakteri patogen tanpa menimbulkan efek samping.

Profesor Rose Cooper dari University of Wales Institute Cardiff mencoba madu untuk digunakan melawan bakteri super dari jenis Pseudomonas aeruginosa, Group A Streptococci dan Meticillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Ternyata, madu tersebut mampu menghalangi bakteri masuk ke jaringan . Hal ini mencegah terjadinya infeksi akut.

Ketika bakteri super dilawan dengan madu, bakteri tersebut akhirnya kembali menjadi sensitif terhadap antibiotik dari produk farmasi. Kekuatan bakteri super menjadi berkurang. Akhirnya, bakteri bisa kembali dilawan dengan antibiotik biasa.

Go to Top